Friday, 18 November 2016

LIFE MAPPING : a journey to happiness.


Menuju 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia.
Dibuat Oleh: 
Nama: Nurina Ayuningtyas
NIM : 165150400111015
Cluster: 29
Kelompok: 53

 Ada yang spesial pada tanggal 17 Agustus 2045, seperti yang kita sudah ketahui tanggal 17 Agustus adalah tanggal dimana Soekarno membacakan teks proklamasi yang sekaligus menandakan kemerdekaan Indonesia. Para pejuang kemerdekaan telah mengeluarkan keringat, air mata dan darahnya sehingga Indonesia bisa sampai pada kemerdekaannya pada saat itu. Lalu apa yang membuat tanggal 17 Agustus pada tahun 2045 spesial? Pada tanggal 17 Agustus 2045, Indonesia akan merayakan 100 tahun kemerdekaanya. Pada tahun ini pulalah demografik rentang usia Indonesia meraih jakpot, dimana penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk usia tua. Menurut Badan Pusat Statistik, pada tahun 2011 jumlah usia anak yang berumur 0-9 tahun adalah 45,93 juta, sedangkan usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta. Generasi inilah yang nantinya akan mempunyai andil besar dalam mewujudukan Generasi Emas 2045, karena nantinya pada 2045 anak-anak yang berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun dan yang berusia 10-19 tahun akan berusia 45-54 tahun dimana merekalah yang akan menjadi pengatur roda pemerintahan Indonesia.

Tentu ada banyak sekali yang harus dilakukan untuk membuat Generasi Emas Indonesia 2045 tidak hanya menjadi wacana belaka tetapi berhasil menjadi kenyataan yang dapat dilihat dan dirasakan oleh para penduduk Indonesia. Pemerintah Indonesia telah aktif membuat berbagai program yang dapat mengarahkan generasi sekarang menjadi generasi yang mampu bersaing dalam kancah internasional dengan bermodalkan kecerdasan yang dapat berguna bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.  Usaha untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 sudah mulai dilakukan sejak 7 tahun lalu ketika alokasi untuk pendidikan menjadi 20 % dari penghasilan negara untuk mewujudkan pendidikan dini gratis dan membuat dana BOS yang ditujukan untuk membantu murid sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas menjadi lebih efisien.

Dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045  pemerintah telah melakukan banyak upaya, salah satunya adalah pembaruan ketentuan wajib belajar 9 tahun yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada masa pemerintahan Presiden ke-6 Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono menjadi wajib belajar 12 tahun. Hal ini berarti seorang anak wajib menempuh pendidikan mulai dari sekolah dasar kelas satu, sampai sekolah menengah atas kelas dua belas. Dibalik ketentuan yang sudah mulai berlaku pada Juni 2015 ini terdapat keinginan untuk memaksimalkan keunggulan demografik negara Indonesia. Target dari dibuatnya ketentuan ini adalah mengirim lebih banyak, atau kalau bisa semua anak berumur 16 sampai 18 tahun untuk menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas pada tahun 2020, sehingga seluruh penduduk Indonesia paling tidak telah menempuh jenjang pendidikan sampai SMA.  

Menurut saya, Generasi Emas Indonesia 2045 bukanlah hal yang mustahil. Memang sulit untuk diwujudkan, tetapi tidak mustahil jika semua pihak yang bersangkutan mau bekerjasama dan berkontribusi pikiran dan tenaga untuk membuat rencana ini berhasil. Hal yang terpenting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia adalah pendidikan. Sekarang, generasi emas yang dimaksud adalah anak-anak yang masih menduduki bangku sekolah dan kuliah. Jika Indonesia ingin memperbaiki sesuatu, hal yang pertama harus diperbaiki adalah sistem pendidikannya. Kenyataannya sistem pendidikan Indonesia masih terlalu memfokuskan muridnya untuk menguasai hardskill saja. Padahal untuk bisa bertahan di persaingan dunia nyata seseorang harus menguasai hardskill dan juga softskill. Pemerintah harus membuat sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih seimbang antara pengajaran hardskill dan softskillnya.

Seperti yang dikatakan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Budaya, Muhammad Nuh bahwa pendidikan ibaratnya seperti lift sosial raksasa yang dapat mengangkat harga diri seseorang. Dengan pendidikan yang lebih tinggi, seseorang bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, gaji yang lebih besar, dan secara keseluruhan kehidupan yang lebih terjamin.

Selain wajib belajar dua belas tahun, pemerintah juga telah mencanangkan Grand Design untuk menyiapkan Bangkitnya Generasi. Grand Design tersebut yang telah dicanangkan adalah yang pertama pendidikan usia dini yang digencarkan, dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memasukan anaknya ke PAUD,  hal ini dibarengi dengan peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas dan merata, yang kedua adalah rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang sudah tak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran, yang ketiga adalah Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau sederajat dengan target sebesar 97% tahun 2020. Yang diperkirakan jika tanpa intervensi baru akan mencapai 97% tahun 2040. Kemudian yang terakhir adalah peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketersediaan.

Dalam Grand Design tersebut, anak-anak berumur 0-9 tahun merupakan target yang diutamakan karena. Anak-anak pada usia tersebut cenderung belum terkontaminasi oleh hal-hal negatif yang ada di lingkungannya. Tujuannya adalah untuk membekali anak-anak tersebut tidak hanya dengan pendidikan akademik tetapi juga pendidikan moral yang sangat kuat sehingga dapat membuka mata mereka untuk tidak mengikuti pengaruh-pengaruh negatif yang ada di lingkungannya. Hal ini juga merupakan salah satu cara untuk menghadapi dunia yang sudah berbasis IT dimana siapapun dapat mengakses informasi apapun dengan mudah. Orang tua sudah tidak bisa melindungi anaknya dengan cara tidak memaksanya untuk tidak memperbolehkan ini atau itu, karena tanpa pendidikan moral yang tepat, anak bisa saja mengakses informasi dengan cara yang mungkin tidak terpikirkan orang tuanya. Sehingga sulit bagi orang tua untuk membatasi informasi yang didapat anak, jadi hal yang paling tepat dilakukan adalah membekali anak dengan akhlak dan budi pekerti sehingga dia sadar akan akibat yang akan ia tanggung jika ia melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Sedangkan bagi pendidikan pada tingkat perguruan tinggi yang masih belum bisa dirasakan oleh banyak penduduk Indonesia karena masalah biayanya yang terlampau tinggi, pemerintah telah menyediakan Program Beasiswa Unggulan. Program ini mempunyai visi yaitu untuk melahirkan insan cerdas dan kompetitif yang dapat berkontribusi kepada daya saing bangsa.

Program-program yang sudah dibuat pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak akan berjalan dengan baik jika kita, selaku generasi yang dimaksud sebagai generasi emas disini pasif dan hanya menanyakan apa yang dapat diberi oleh negara ini untuk kita dan malah sibuk memikirkan hal-hal sepele yang sering kali menjadi distraksi dari permasalahan yang seharusnya dihadapi. Kita adalah mahasiswa. Garda depan generasi emas yang harus aktif berkontribusi untuk bangsa yang sedang dalam masa pertumbuhan untuk menjadi bangsa yang maju dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya.

Sebagai mahasiswa hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 harus dimulai dari diri kita sendiri, kita harus melihat ke cermin dan merubah hal-hal negatif yang ada di diri kita terlebih lagi kebiasaan-kebiasaan yang mempunyai lebih banyak keburukannya dari pada manfaatnya. Memang sulit untuk mengubah suatu kebiasaan yang sudah mengakar dari kecil tetapi jika kita berkomitmen dan berusaha sekuat tenaga, hal tersebut tentu saja dapat diwujudkan. Kita juga harus aktif dan melek akan keadaan sekitar sehingga kita tau hal apa yang harus dilakukan untuk membuat bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

Referensi:
Surat Kabar: Anita Rachman. 2012.  Education Key to Future of ‘Golden Generation’ http://jakartaglobe.id/archive/education-key-to-future-of-golden-generation/

Internet: Patria Maya Sari. 2014. Apakah Generasi Emas itu?. https://patriamaya27.wordpress.com/2014/07/10/apakah-generasi-emas-itu/


Internet: Samer- Al Sammarai. 2013. Awakening Indonesia’s Golden Generation: Extending Compulsory Education from 9 to 12 Years. http://blogs.worldbank.org/education/awakening-indonesia-s-golden-generation-extending-compulsory-education-9-12-years